Dua hari ke depan gw bakal ngikutin acara nya himpunan gw (write later...) yaitu ComVis,,alias Company Visit berupa suatu perjalanan ke beberapa perusahaan yg ada hubungannya dengan dunia IT.
Semoga perjalanan ini ada hikmahnya,dan lagipula sebenarnya bukan comvisnya yang dikejar,,,tp,,,hehe,,,Yg penting bukan kemananya,,,tp perjalanannya.
Selasa, 03 Juni 2008
Senin, 02 Juni 2008
Yin dan Yang
Mengomentari postingannya ical yg menggambarkan betapa percaya dirinya ia dengan sepakbola bertahan nya,,,jadi ingin memberikan pandangan saja mengenai konsep sepakbola (dalam hal ini futsal) yg ingin gw mainkan dengan tim hmif tercinta ini.
Pada dasarnya, tidak pernah ada satu strategi terbaik yang bisa bener2 valid untuk setiap pertandingan,,,dalam artian sepak bola bertahan pernah mengalami kegagalan (lihat Italia '94) dan sepak bola menyerang juga tidak selalu berhasil 100 % (brasil '98,'06). Menurut gw yang baik itu adalah sepakbola seimbang,,,yin dan yang,,melakukan pertahanan sama baiknya dengan penyerangan.
Akhir2 ini keputusan sang kapten adalah untuk bermain dengan pola,,bukan dengan hanya bertahan saja ataupun menyerang saja,sekali dengan POLA. Bukankah dengan adanya pola sesuatu itu menjadi teratur dan mudah dikembangkan ?
Hanya saja pola yang dikembangkan belakangan ini memang belum berhasil 100 %. Lah iya toh,,, menanam pohon juga tidak sehari tumbuh. Ada proses yang dilalui, perawtan yang diberikan sehingga menghasilkan buah yang ranum untuk dipetik. Ada yg pernah liat pak tani lempar biji jambu terus besok nya di kebun tiba2 udah berbuah ??? Sok atuh kalo ada,,, tunjukin pak tani mana yang bisa kyak begituan.
Lebih lanjut lagi,sepakbola yang kita mainkan sebaiknya dinamis, tidak stuck dengan hanya pola bertahan. Ambil contoh pola 3-1 yg selama ini beberapa dari kita sangat menggandrunginya. Oke,,,berhasil, tapi toh pernah gagal juga. Tidak selamanya menang. Pola bertahan kita bisa dengan mudah di obrak-abrik oleh anak TI 06 (ad yg masi inget kekalahan itu ?).
Pola yang dilatih sekarang itu sudah benar. Kalau kita kembali ke awal ,dimana selalu memainkan pola bertahan 3-1 dengan serangan sporadis,,tampaknya akan mengunifikasi pola yang bisa kita pilih. Dengan 3-1 yg sudah meresap di dada,kita coba pola yg baru 2-2 untuk bertahan dan 1-2-1 untuk menyerang. TOh,pada akhirnya kita akan memiliki variasi yang baik untuk menghadapi tim dengan karakteristik yg berbeda.
Ibaratnya,kita punya banyak pilihan senjata,,,bahkan untuk kondisi terdesak pun kita sudah sngat fasih memainkannya. Pengandaian2 dengan kata2 bertahan lebih sering 'terlihat' dari kata menyerang itu tampaknya kurang relevan bung ical. Stick with the plan lah, latihan aja terus. Dibalik usaha keras tersimpan potensi sukses yang besar.
Menyerang tidak lebih baik dari pada bertahan begitu juga sebaliknya. Sepakbola menang yg diagung2kan bung Agus juga baik. Tapi, orientasi tanpa proses seringkali membawa kesesatan. Proses yg baik konsekuansinya adalah hasil yang baik. Begitu menurut gw.
Gw pengen memainkan sepakbola menang,tapi kemenangan yg membuat gw bangga,,tanpa celaan atau cercaan. Sepakbola bertahan tidak banci,,tetapi mengunci,mengunci serangan lawan sehingga tidak bisa membobol gawang kita. Sepak bola menyerang tidak selalu pasti, tetapi memiliki energi, energi untuk mencetak gol ke gawang lawan.
Dengan sepakbola bertahan,,,kita jaga gawang kita dari kebobolan, mencegah kekalahan. Dengan sepakbola menyerang,,,kita robek gawang lawan, meraih kemenangan.
Nikmati sepakbola tanpa terpaku pada satu hal. Open minded, out of the box, jangan statik (cuma ngabisin memori ding ^.^) .
Bola adalah teman. Ketika kita membawa bola, anggaplah semua mata tertuju kepada kita, dan berusalahan membawa bola itu semakin dekat ke gawang meskipun cuma selangkah. Kebebasan adalah ciri sepakbola yang dominan dan menarik bg gw.
Sepakbola yin dan yang,,,sepakbola yang seimbang,,, rasanya lebih baik dari hanya sekedar bertahan ataupun cuma menyerang.
Sepakbola yin dan yang,,,sepakbola yang menang,,,rasanya lebih baik dari hanya sekedar hasil tanpa proses.
Sepakbola seperti itu yg pengen gw mainkan...
Hehe ....
Pada dasarnya, tidak pernah ada satu strategi terbaik yang bisa bener2 valid untuk setiap pertandingan,,,dalam artian sepak bola bertahan pernah mengalami kegagalan (lihat Italia '94) dan sepak bola menyerang juga tidak selalu berhasil 100 % (brasil '98,'06). Menurut gw yang baik itu adalah sepakbola seimbang,,,yin dan yang,,melakukan pertahanan sama baiknya dengan penyerangan.
Akhir2 ini keputusan sang kapten adalah untuk bermain dengan pola,,bukan dengan hanya bertahan saja ataupun menyerang saja,sekali dengan POLA. Bukankah dengan adanya pola sesuatu itu menjadi teratur dan mudah dikembangkan ?
Hanya saja pola yang dikembangkan belakangan ini memang belum berhasil 100 %. Lah iya toh,,, menanam pohon juga tidak sehari tumbuh. Ada proses yang dilalui, perawtan yang diberikan sehingga menghasilkan buah yang ranum untuk dipetik. Ada yg pernah liat pak tani lempar biji jambu terus besok nya di kebun tiba2 udah berbuah ??? Sok atuh kalo ada,,, tunjukin pak tani mana yang bisa kyak begituan.
Lebih lanjut lagi,sepakbola yang kita mainkan sebaiknya dinamis, tidak stuck dengan hanya pola bertahan. Ambil contoh pola 3-1 yg selama ini beberapa dari kita sangat menggandrunginya. Oke,,,berhasil, tapi toh pernah gagal juga. Tidak selamanya menang. Pola bertahan kita bisa dengan mudah di obrak-abrik oleh anak TI 06 (ad yg masi inget kekalahan itu ?).
Pola yang dilatih sekarang itu sudah benar. Kalau kita kembali ke awal ,dimana selalu memainkan pola bertahan 3-1 dengan serangan sporadis,,tampaknya akan mengunifikasi pola yang bisa kita pilih. Dengan 3-1 yg sudah meresap di dada,kita coba pola yg baru 2-2 untuk bertahan dan 1-2-1 untuk menyerang. TOh,pada akhirnya kita akan memiliki variasi yang baik untuk menghadapi tim dengan karakteristik yg berbeda.
Ibaratnya,kita punya banyak pilihan senjata,,,bahkan untuk kondisi terdesak pun kita sudah sngat fasih memainkannya. Pengandaian2 dengan kata2 bertahan lebih sering 'terlihat' dari kata menyerang itu tampaknya kurang relevan bung ical. Stick with the plan lah, latihan aja terus. Dibalik usaha keras tersimpan potensi sukses yang besar.
Menyerang tidak lebih baik dari pada bertahan begitu juga sebaliknya. Sepakbola menang yg diagung2kan bung Agus juga baik. Tapi, orientasi tanpa proses seringkali membawa kesesatan. Proses yg baik konsekuansinya adalah hasil yang baik. Begitu menurut gw.
Gw pengen memainkan sepakbola menang,tapi kemenangan yg membuat gw bangga,,tanpa celaan atau cercaan. Sepakbola bertahan tidak banci,,tetapi mengunci,mengunci serangan lawan sehingga tidak bisa membobol gawang kita. Sepak bola menyerang tidak selalu pasti, tetapi memiliki energi, energi untuk mencetak gol ke gawang lawan.
Dengan sepakbola bertahan,,,kita jaga gawang kita dari kebobolan, mencegah kekalahan. Dengan sepakbola menyerang,,,kita robek gawang lawan, meraih kemenangan.
Nikmati sepakbola tanpa terpaku pada satu hal. Open minded, out of the box, jangan statik (cuma ngabisin memori ding ^.^) .
Bola adalah teman. Ketika kita membawa bola, anggaplah semua mata tertuju kepada kita, dan berusalahan membawa bola itu semakin dekat ke gawang meskipun cuma selangkah. Kebebasan adalah ciri sepakbola yang dominan dan menarik bg gw.
Sepakbola yin dan yang,,,sepakbola yang seimbang,,, rasanya lebih baik dari hanya sekedar bertahan ataupun cuma menyerang.
Sepakbola yin dan yang,,,sepakbola yang menang,,,rasanya lebih baik dari hanya sekedar hasil tanpa proses.
Sepakbola seperti itu yg pengen gw mainkan...
Hehe ....
Bersikap intimidatif
Intimidatif cenderung diartikan negatif,bersifat memaksakan sesuatu kepada seseorang dengan kemungkinan seseorang itu tidak menyukainya. Tapi, intimidatif sudah menjadi trade mark kelompok tubes gw, ultra 22, apalagi disaat demo tubes. Tujuannya tak lain tak bukan adalah untuk meraih nilai semaksimal mungkn. Meski demikian,kadang sikap ini dibarengi dengan sikap pongah dan berlebihan semata-mata untuk mem "ringan" suasana demo yg kadang mencekam.
Jadi inget tubes satu srukdat dulu, MailSys,sebuah program sederhana simulator pengelolaan email. Disinilah awal segalanya, sikap ini dibangun dengan kepongahan yg menunjukkan kberhasilan merampungkan program dengan baik,jauh sebelum deadline yang ada. Kebetulan waktu itu,sang asisten adalah kk Bayu,2004, yg entah sial atau berutung harus berhadapan dengan kelompok gw dalam rangka demo pertama kali dalam sejarah hidup ke IF an gw.
Demo berjalan baik, ada kelucuan disana-sini,kebodohan lebih bnyak terjadi, beberapa ngeles kami lakukan ketika ditemukan bug program yg tidak pernah kami sdari. Waktu itu dengan scope program yg masih tidak terlalu besar, terdapat strategi unik untuk tetap menang walau program menunjukkan indikasi kekalahan.
Lalu inget tubes satu oop kemaren, SpreadSheet, mini program semcam excel yg diperuntukkan untuk pengelolaan data. Dengan frame baru bernama orientasi objek,tugas berlangsung tidak baik sama sekali. Sampe akhir deadline,kami tidak berhasil merampungkan program. Strategi mulai dirancang untuk melakukan hindaran2 cantik pada saat demo. Beruntung kali ini asisten adalah kk Tania, if04 yg tampak ramah dan bersedia melayani candaan kami yg makin lama makin tidak lucu. Alih-alih,malah menunjukkan kepasrahan kami dengan program yang belum 100 % jadi. Tapi, strategi ini berlangsung apik dan baik, nilai tubes menunjukkan usaha yang maksimal.
Masih segar,tadi,demo tubes oop 2 tentang aplikasi bebas berbasis java environment. Ini lebih menarik lagi. Demo kali ini dibimbing oleh kk fitri,asisten yg sudah sangat kami kenal. Perjalan demo berlangsung dengan cepat,disertai sikap lebay dan pongah di tiap kesempatan yang ada. Ada saja cara kocak untuk menunjukkan keberhasilan program saat menangani kesalahan ataupun menunjukkan kelakukan yang tidak biasa. Beruntung, sikap ini mendpaat toleransi yang baik dari kk asisten.
Dan,meski nilai belum keluar,mari saja kita berdoa untuk hasil yang baik. Hanya saja, ingin sedikit berbagi cerita disini,,,bahwa dengan sikap intimidatif, memaksakan kehendak kami bahwa program ini bagus,luar biasa,menjual,menangani berbagai kesalahan, punya prospek cerah ,,, terkadang dapat membawa hasil yang maksimal. Kami membuktikan dua kali, ingin mendapatkan yg ketiga. Intimidatif tidak selalu negatif, bahkan bisa kita buat menjadi positif. Bersikap intimidatif lah, memaksakan pandangan kita terhadap hal yang memang kita anggap baik. Semoga sikap ini selalu menjadi senjata ampuh dalam menempuh stiap demo yg tersisa di kehidupan if gw. Amin!
Jadi inget tubes satu srukdat dulu, MailSys,sebuah program sederhana simulator pengelolaan email. Disinilah awal segalanya, sikap ini dibangun dengan kepongahan yg menunjukkan kberhasilan merampungkan program dengan baik,jauh sebelum deadline yang ada. Kebetulan waktu itu,sang asisten adalah kk Bayu,2004, yg entah sial atau berutung harus berhadapan dengan kelompok gw dalam rangka demo pertama kali dalam sejarah hidup ke IF an gw.
Demo berjalan baik, ada kelucuan disana-sini,kebodohan lebih bnyak terjadi, beberapa ngeles kami lakukan ketika ditemukan bug program yg tidak pernah kami sdari. Waktu itu dengan scope program yg masih tidak terlalu besar, terdapat strategi unik untuk tetap menang walau program menunjukkan indikasi kekalahan.
Lalu inget tubes satu oop kemaren, SpreadSheet, mini program semcam excel yg diperuntukkan untuk pengelolaan data. Dengan frame baru bernama orientasi objek,tugas berlangsung tidak baik sama sekali. Sampe akhir deadline,kami tidak berhasil merampungkan program. Strategi mulai dirancang untuk melakukan hindaran2 cantik pada saat demo. Beruntung kali ini asisten adalah kk Tania, if04 yg tampak ramah dan bersedia melayani candaan kami yg makin lama makin tidak lucu. Alih-alih,malah menunjukkan kepasrahan kami dengan program yang belum 100 % jadi. Tapi, strategi ini berlangsung apik dan baik, nilai tubes menunjukkan usaha yang maksimal.
Masih segar,tadi,demo tubes oop 2 tentang aplikasi bebas berbasis java environment. Ini lebih menarik lagi. Demo kali ini dibimbing oleh kk fitri,asisten yg sudah sangat kami kenal. Perjalan demo berlangsung dengan cepat,disertai sikap lebay dan pongah di tiap kesempatan yang ada. Ada saja cara kocak untuk menunjukkan keberhasilan program saat menangani kesalahan ataupun menunjukkan kelakukan yang tidak biasa. Beruntung, sikap ini mendpaat toleransi yang baik dari kk asisten.
Dan,meski nilai belum keluar,mari saja kita berdoa untuk hasil yang baik. Hanya saja, ingin sedikit berbagi cerita disini,,,bahwa dengan sikap intimidatif, memaksakan kehendak kami bahwa program ini bagus,luar biasa,menjual,menangani berbagai kesalahan, punya prospek cerah ,,, terkadang dapat membawa hasil yang maksimal. Kami membuktikan dua kali, ingin mendapatkan yg ketiga. Intimidatif tidak selalu negatif, bahkan bisa kita buat menjadi positif. Bersikap intimidatif lah, memaksakan pandangan kita terhadap hal yang memang kita anggap baik. Semoga sikap ini selalu menjadi senjata ampuh dalam menempuh stiap demo yg tersisa di kehidupan if gw. Amin!
Ga tau deh happY ending apa gaK
Sesuatu yang ada awal mesti ada akhir. Seperti tag line nya salah satu fs temen gw (tebak hayo ?) "Every start has an end " . Semester 4 ini telah ditutup dengan ending yg menurut gw masih sulit didefinisikan,happy atau gak. Baik atau tidak.
Pertempuran mengakhiri semester 4 ini cukup menguras tenaga dan pikiran bahkan menyita waktu tidur, merampok kesempatan istirahat gw, menguras daya kedip kelopak mata gw, memperkosa hak-hak gw untuk bersantai, membunuh karakter "kesabaran" gw dan sebagainya.
Di awali UAS Logif. Pukul 1-3 yg menyita daerah kepala gw bagian kiri untuk mengeluarkan ingatan2 tentang logika,memaksa pikiran yg hampir kosong untuk menuntaskan soal-soal yang tampak mudah tapi menjebak. Soal 1 sukses di lewati. Soal 2 membuat otak beraksi dan tangan bereaksi. Soal 3, membuat imajinasi berfantasi, mengeluarkan karangan terindah gw untuk hari itu. Soal 4, yg tadinya gw pikir hopeless,,,ternyata sukses gw kerjakan dengan tekanan Bu Dosen berada di sekitar gw.Celingak clinguk memperhatikan gaya pengerjaan beberapa mahasiswa di sekitarnya. Well,Logif is not bad lah.
Dengan berakhirnya Logif, dimulai lah last Battle bersama OOp. Dan gw pun pulang sebentar,untuk menyimpan tenaga,mengingat malam ini pasti berat. 4 jam sukses gw lewatin dengan tidur indah tentang seseorang yang ada di seberang sana. Sisanya,,,jam-jam berikutnya dilalui dengan kesialan yang tak terduga.
Sehabis maghrib,dengan Laptop andalan di tangan kanan dan minuman di tangan kiri,gw pun menuju tempat pertempuran...lagi dan lagi, nama Agus disebut,ya,,,kita bakal bekerja di kosan tuh anak sampe beres. Tiba-tiba titz cemen memberi instruksi agar gw mencari installer linux,,menyesuaikan spek soal bahwa program mesti lolos linux. Kesialan pertama,,,cd monte sudah gw kembalikan. Kebetulan monte sedang ada di kampus,membawa kesialan kedua,,,dia sedang g bawa tuh CD. Kesialan ketiga didahului keberuntungan pertama : CD installer bisa gw dapat dari Catur yg kebetulan lagi ada di kampus + bonus bin nya java. Belum lagi kertas notulensi yang tinggal di kosan Cale,mengharuskan gw untuk menjemputnya kembali dan menghabiskan 1 jam dengan tidak menyentoh kode-kode "lucu" itu.
Mari berharap kesialan sudah berakhir sekaligus menyesal harapan itu tampak sia-sia. Sial berikut nya : Tidak seorang pun dari kami yang mau laptopnya dikorbankan di install linux,,berhubung kejadian terakhir mengharuskan laptop si Nad berakhir di tempat servis. Keberuntungan datang ketika gw akhirnya memberanikan diri mengorbankan laptop gw. Kesialan menimpa lagi,,,sang fedoranya catur tidak support ke laptop. Komputer Agus berikut orangnya pasrah ketika 6 suara setuju dekstop andalannya harus diberdayakan. Baiklah,,,linux di instal,,selagi pengerjaan oOp memasuki tahap final touch.
Nah,menurut gw ini adalah kesialan klimaks : Kodingan kelompok gw yang notabene berbasis netBeans gagal lulus linux akibat pesar error yg sulit dimengerti tepat pukul 02.00 . Enam orang menyerah, Ical pun turun tangan,,melihat dengan seksama pesan-pesan jelek itu dan akhirnya mengambil kesimpulan "KITA HARUS UBAH SECEPAT MUNGKIN" dengan artian melakukan konverting dari netBeans ke linux. Mata gw yang udah panas belum menyentuh bantal refleks melihat jam dinding di kamar Agus dan sadar wktu yg kami punya tidak banyak. Inilah awal pembunuhan karakter gw,kesabaran berubah menjadi kebutralan. Sembari melakukan konverting semua hewan bonBin sukses gw keluarkan satu per satu. Membuat suasana panik makin terasa, memberikan bumbu2 penyedap pertarungan terakhir itu. Selama 3 jam lebih kami harus melakukan pembacaan ulang kode dan melakukan konverting. Untungnya semua anggota masih terjaga,membuat SDM masih mapan untuk melakukan serangan. Titz terpaksa harus rela menghentikan pembuatan splash screen untuk memperindah tampilan awal. Fahmi harus berbesar hari tidak melanjutkan form about dan help demi kenarsisan program ini. Cale,meski masih tabah,,,tetap melanjutkan kodingan mode grafiknya, mempercayakan usaha konverting kepada enam orang sisanya.
Keberuntungan pun datang tepat bersama matahari yg terbit dengan indahnya. Saat itu,semua mata masih terjaga dan kesenangan membludak tinggi. Pengerjaan tetap dilakukan tp kali ini dengan suasana lebih santai,diteruskan integrasi dengan mode grafik dan beberapa perubahan. Pengerjaan laporan di inisiasi dan urat leher mulai mereda. Bantal mulai tampak ramah,tersenyum.
Mirip2 dengan film horror yg beredar saat ini ,disaat masalah yg satu selesai,masalah berikutnya pasti datang lagi dan membawa efek yang lebih besar. Ketika proses uploading versi 2 Fantasista sedang berlangsung,listrik padam. Padam sepadam padamnya membuat proses ini gagal total. Titz dan agus yang sudah tidur terpaksa dibangunkan demi mengantarkan cd program ke lab programming,demi nilai,demi hidup,demi berakhirnya semester 4. Oke,program selesai,laporan belum.
Listrik mati membuat pengerjaan terpaksa di kerjakan di laptop dengan baterai sisa peperangan malam sebelumnya. Bener dugaan gw, tepat pukul satu,semua laptop tewas,laporan belum fix,meski kata sang "Ratu" laporan mengklaim tinggal sedikit lagi. Terhenyak,,,tiba2 kebingungan pun melanda. Dengan deadline jam 3 dimana kami harus mengerjakan laporan ini ????
Ide gila mulai bermunculan,,mulai dari nebeng ke RS Boro, ke Cimahi tempat nenek gw sampe ke IP Plaza berharap tersedia hotspot dengan colokan listrik yg bs diberdayakan. Untungnya,ide ini tidak terealisasi,mengingat dvid bersedia meminjamkan beberapa colokannya untuk dipakai. Dan, akhirnya pengerjaan selesai,laporan beres, dianter,done. Semester 4 selesai. Semester 4 berakhir dengan tugas terakhirnya. Semester 4 lewat.
Dengan benak penuh pemikiran kenapa banyak kesialan di ending semester 4 ini ,gw dan yg laen melanjutkan perjalanan mulia "mengisi perut" di rumah makan S***** , sambil bertanya-tanya,,,semester 4 bakal happy ending ato gak.
Semoga deh!
Pertempuran mengakhiri semester 4 ini cukup menguras tenaga dan pikiran bahkan menyita waktu tidur, merampok kesempatan istirahat gw, menguras daya kedip kelopak mata gw, memperkosa hak-hak gw untuk bersantai, membunuh karakter "kesabaran" gw dan sebagainya.
Di awali UAS Logif. Pukul 1-3 yg menyita daerah kepala gw bagian kiri untuk mengeluarkan ingatan2 tentang logika,memaksa pikiran yg hampir kosong untuk menuntaskan soal-soal yang tampak mudah tapi menjebak. Soal 1 sukses di lewati. Soal 2 membuat otak beraksi dan tangan bereaksi. Soal 3, membuat imajinasi berfantasi, mengeluarkan karangan terindah gw untuk hari itu. Soal 4, yg tadinya gw pikir hopeless,,,ternyata sukses gw kerjakan dengan tekanan Bu Dosen berada di sekitar gw.Celingak clinguk memperhatikan gaya pengerjaan beberapa mahasiswa di sekitarnya. Well,Logif is not bad lah.
Dengan berakhirnya Logif, dimulai lah last Battle bersama OOp. Dan gw pun pulang sebentar,untuk menyimpan tenaga,mengingat malam ini pasti berat. 4 jam sukses gw lewatin dengan tidur indah tentang seseorang yang ada di seberang sana. Sisanya,,,jam-jam berikutnya dilalui dengan kesialan yang tak terduga.
Sehabis maghrib,dengan Laptop andalan di tangan kanan dan minuman di tangan kiri,gw pun menuju tempat pertempuran...lagi dan lagi, nama Agus disebut,ya,,,kita bakal bekerja di kosan tuh anak sampe beres. Tiba-tiba titz cemen memberi instruksi agar gw mencari installer linux,,menyesuaikan spek soal bahwa program mesti lolos linux. Kesialan pertama,,,cd monte sudah gw kembalikan. Kebetulan monte sedang ada di kampus,membawa kesialan kedua,,,dia sedang g bawa tuh CD. Kesialan ketiga didahului keberuntungan pertama : CD installer bisa gw dapat dari Catur yg kebetulan lagi ada di kampus + bonus bin nya java. Belum lagi kertas notulensi yang tinggal di kosan Cale,mengharuskan gw untuk menjemputnya kembali dan menghabiskan 1 jam dengan tidak menyentoh kode-kode "lucu" itu.
Mari berharap kesialan sudah berakhir sekaligus menyesal harapan itu tampak sia-sia. Sial berikut nya : Tidak seorang pun dari kami yang mau laptopnya dikorbankan di install linux,,berhubung kejadian terakhir mengharuskan laptop si Nad berakhir di tempat servis. Keberuntungan datang ketika gw akhirnya memberanikan diri mengorbankan laptop gw. Kesialan menimpa lagi,,,sang fedoranya catur tidak support ke laptop. Komputer Agus berikut orangnya pasrah ketika 6 suara setuju dekstop andalannya harus diberdayakan. Baiklah,,,linux di instal,,selagi pengerjaan oOp memasuki tahap final touch.
Nah,menurut gw ini adalah kesialan klimaks : Kodingan kelompok gw yang notabene berbasis netBeans gagal lulus linux akibat pesar error yg sulit dimengerti tepat pukul 02.00 . Enam orang menyerah, Ical pun turun tangan,,melihat dengan seksama pesan-pesan jelek itu dan akhirnya mengambil kesimpulan "KITA HARUS UBAH SECEPAT MUNGKIN" dengan artian melakukan konverting dari netBeans ke linux. Mata gw yang udah panas belum menyentuh bantal refleks melihat jam dinding di kamar Agus dan sadar wktu yg kami punya tidak banyak. Inilah awal pembunuhan karakter gw,kesabaran berubah menjadi kebutralan. Sembari melakukan konverting semua hewan bonBin sukses gw keluarkan satu per satu. Membuat suasana panik makin terasa, memberikan bumbu2 penyedap pertarungan terakhir itu. Selama 3 jam lebih kami harus melakukan pembacaan ulang kode dan melakukan konverting. Untungnya semua anggota masih terjaga,membuat SDM masih mapan untuk melakukan serangan. Titz terpaksa harus rela menghentikan pembuatan splash screen untuk memperindah tampilan awal. Fahmi harus berbesar hari tidak melanjutkan form about dan help demi kenarsisan program ini. Cale,meski masih tabah,,,tetap melanjutkan kodingan mode grafiknya, mempercayakan usaha konverting kepada enam orang sisanya.
Keberuntungan pun datang tepat bersama matahari yg terbit dengan indahnya. Saat itu,semua mata masih terjaga dan kesenangan membludak tinggi. Pengerjaan tetap dilakukan tp kali ini dengan suasana lebih santai,diteruskan integrasi dengan mode grafik dan beberapa perubahan. Pengerjaan laporan di inisiasi dan urat leher mulai mereda. Bantal mulai tampak ramah,tersenyum.
Mirip2 dengan film horror yg beredar saat ini ,disaat masalah yg satu selesai,masalah berikutnya pasti datang lagi dan membawa efek yang lebih besar. Ketika proses uploading versi 2 Fantasista sedang berlangsung,listrik padam. Padam sepadam padamnya membuat proses ini gagal total. Titz dan agus yang sudah tidur terpaksa dibangunkan demi mengantarkan cd program ke lab programming,demi nilai,demi hidup,demi berakhirnya semester 4. Oke,program selesai,laporan belum.
Listrik mati membuat pengerjaan terpaksa di kerjakan di laptop dengan baterai sisa peperangan malam sebelumnya. Bener dugaan gw, tepat pukul satu,semua laptop tewas,laporan belum fix,meski kata sang "Ratu" laporan mengklaim tinggal sedikit lagi. Terhenyak,,,tiba2 kebingungan pun melanda. Dengan deadline jam 3 dimana kami harus mengerjakan laporan ini ????
Ide gila mulai bermunculan,,mulai dari nebeng ke RS Boro, ke Cimahi tempat nenek gw sampe ke IP Plaza berharap tersedia hotspot dengan colokan listrik yg bs diberdayakan. Untungnya,ide ini tidak terealisasi,mengingat dvid bersedia meminjamkan beberapa colokannya untuk dipakai. Dan, akhirnya pengerjaan selesai,laporan beres, dianter,done. Semester 4 selesai. Semester 4 berakhir dengan tugas terakhirnya. Semester 4 lewat.
Dengan benak penuh pemikiran kenapa banyak kesialan di ending semester 4 ini ,gw dan yg laen melanjutkan perjalanan mulia "mengisi perut" di rumah makan S***** , sambil bertanya-tanya,,,semester 4 bakal happy ending ato gak.
Semoga deh!
Minggu, 25 Mei 2008
Pelajaran dari Aslan
Inspirasi dan pelajaran bisa datang dari mana aja. Buku, teman, komik, sopir angkot, anak kecil, atau film. Udah pada nonton sekuelnya Narnia yang Prince Kaspian ??? Well,well,, gimana ? Banyak yang bilang nih film bagus dan menurut gw juga begitu. Nah bagian mana yang memberi inspirasi dari film ini ??? Wah,,itu mah relatif tergantung sapa yang nonton. Each moment effects people differently (bener g tuh Cal, grammarnya ?? )
Mungkin ada yang inget pas adegan Lucy 'merasa' melihat Aslan di pinggir tebing. Waktu itu ia yakin melihat Aslan namun nggak bisa meyakinkan ketiga saudaranya yang pada akhirnya menimbulkan keraguan pada dirinya sendiri apakah ia bener2 melihat Aslan pada waktu itu. Pada akhirnya, memang bener Aslan masih hidup dan Lucy bisa ketemu ama tuh singa,,,tapi,simak kata2 Aslan waktu Lucy mempertanyakan kemunculan Aslan di pinggir tebing tempo hari," Lalu,apa yang membuatmu ragu untuk tidak mencariku ???".
Hahaha,,,biasa aja nggak sih ??? Hehe,iya sih, cuma dari situ kita diajarin ama si Aslan,,,kalau percaya pada sesuatu,,,yakinlah dan jangan mudah dipatahkan kepercayaan kita itu sama orang2 disekitar kita,bahkan mungkin, pada kasus Lucy,orang2 itu adalah saudara2nya sendiri.
Seringkali, kita ragu...sama keputusan yang kita pikirkan. Seringkali, kita menyangsikan penilaian kita terhadap sesuatu. Seringkali, kita tidak percaya dengan pilihan kita. Seringkali, kita tidak yakin.
Gw sendiri selama ini sering juga ngalamin kejadian kayak gitu. Disaat-saat kritis apalgi, disaat harus membuat keputusan yang tidak mentolerir kesalahan,,,kadang kesalahan menjadi ketakutan dan membiaskan rasa yakin dan percaya sama pemikiran kepala sendiri. Mungkin kita memang dilahirkan seperti ini,tamak,,,sehingga ingin yang terbaik selalu menjadi bagian dari hidup kita. Sisi baiknya, kita akan berusaha dengan keras. Sisi buruknya,kadang kita menghalalkan segala cara.
Lihatlah bagaimana Aslan mengajarkan satu hal : PERCAYA dan YAKIN . Pada akhirnya, kembali gw disadarkan bahwa percaya dan yakin lah,terutama dengan diri sendiri. Tapi, bukan self-fanatism loh ya...percaya ama diri sendiri juga harus dibarengi dengan rasionalitas. Pendapat lingkungan kudu diperhatikan lalu dijadikan point pertimbangan jika memang relevan. Dan, ketika kita sudah percaya...dan yakin....maka setiap langkah yang sudah kita ambil gw rasa tidak akan pernah kita sesali.
Mungkin ada yang inget pas adegan Lucy 'merasa' melihat Aslan di pinggir tebing. Waktu itu ia yakin melihat Aslan namun nggak bisa meyakinkan ketiga saudaranya yang pada akhirnya menimbulkan keraguan pada dirinya sendiri apakah ia bener2 melihat Aslan pada waktu itu. Pada akhirnya, memang bener Aslan masih hidup dan Lucy bisa ketemu ama tuh singa,,,tapi,simak kata2 Aslan waktu Lucy mempertanyakan kemunculan Aslan di pinggir tebing tempo hari," Lalu,apa yang membuatmu ragu untuk tidak mencariku ???".
Hahaha,,,biasa aja nggak sih ??? Hehe,iya sih, cuma dari situ kita diajarin ama si Aslan,,,kalau percaya pada sesuatu,,,yakinlah dan jangan mudah dipatahkan kepercayaan kita itu sama orang2 disekitar kita,bahkan mungkin, pada kasus Lucy,orang2 itu adalah saudara2nya sendiri.
Seringkali, kita ragu...sama keputusan yang kita pikirkan. Seringkali, kita menyangsikan penilaian kita terhadap sesuatu. Seringkali, kita tidak percaya dengan pilihan kita. Seringkali, kita tidak yakin.
Gw sendiri selama ini sering juga ngalamin kejadian kayak gitu. Disaat-saat kritis apalgi, disaat harus membuat keputusan yang tidak mentolerir kesalahan,,,kadang kesalahan menjadi ketakutan dan membiaskan rasa yakin dan percaya sama pemikiran kepala sendiri. Mungkin kita memang dilahirkan seperti ini,tamak,,,sehingga ingin yang terbaik selalu menjadi bagian dari hidup kita. Sisi baiknya, kita akan berusaha dengan keras. Sisi buruknya,kadang kita menghalalkan segala cara.
Lihatlah bagaimana Aslan mengajarkan satu hal : PERCAYA dan YAKIN . Pada akhirnya, kembali gw disadarkan bahwa percaya dan yakin lah,terutama dengan diri sendiri. Tapi, bukan self-fanatism loh ya...percaya ama diri sendiri juga harus dibarengi dengan rasionalitas. Pendapat lingkungan kudu diperhatikan lalu dijadikan point pertimbangan jika memang relevan. Dan, ketika kita sudah percaya...dan yakin....maka setiap langkah yang sudah kita ambil gw rasa tidak akan pernah kita sesali.
Stroke or Seizure ???
Waktu lagi bingung mau bikin tentang apa di postingan kali ini, gw terpaksa harus membaca ulang seluruh postingan jikalau ada janji untuk bercerita tentang sesuatu. Lalu, di postingan "Sabar+ usaha = sukses" gw sempat bercerita tentang masalah gw stroke pas jaman SMA dulu.
Kalau kasus ini diserahkan ke House (ada yang tahu siapa ?), mungkin pertama kali dia akan memulai diagnosa handalnya dengan menebak bahwa ada clot di saluran pembuluh darah gw. Jika sudah di confirm dengan MRI dan clot tidak ditemukan, maka dia akan mulai menganalis dengan mengajukan teori lain yang sesuai dengan gejala waktu itu : semua otot tubuh berkontraksi dan selama beberapa saat tidak bisa digeraakkan.
Ya,,,ya,,,kita bisa biarkan House berandai-andai dan berusaha menemukan dimana awal penyakit itu sebenarnya. Tapi, kejadian sesungguhnya sebenarnya tidak relevan dengan medis sama sekali. Tidak ada yang berhubungan dengan kelainan salah satu organ dalam. Semuanya murni masalah perasaan,dalam hal ini otak (sebenarnya perasaan itu terletak di otak, bukan di hati,,,setuju ???).
Sabar sudah menjadi prinsip hidup gw. Selama seseorang tidak mengotak-atik atau bermain kata-kata tentang keluarga, gw g bakal pernah marah. Tapi, akhirnya gw sadari, ada satu hal lg yg bikin gw lemah...teman. Ternyata,semakin seorang teman mengetahui tentang kita, semakin besar potensi kerusakan yang bisa ia timbulkan.
Cerita bermula dari kesukaan gw dan beberapa orang teman kepada lagu nasyid dan akhirnya memutuskan untuk membentuk kelompok nasyid. Modal nekat sih. Waktu itu kita berlima dan cuma satu yang bener2 bisa nyanyi. Yogi,yang kebetulan anak dari seorang penyanyi lah ujung tombaknya. Abi,untungnya punya suara yang jernih dan nafas yang panjang. Sisanya, gw abrar yudi modal semangat baja dan muka badak (peace,,,yud,bro).Tapi, dengan semangat membara, kita latian terus menerus dalam rangka ikutan lomba nasyid di sekolahan. Lomba ini mencakup daerah Riau dan memang tahunan di adakan sama sekolah gw.
Guess what ? Itu penampilan perdana kami dan diantara kami berlima tidak ada yang menyangka bahwa kami bisa dapat peringkat 3. Ckckck..
mendadak kesenangan terhadap nasyid semakin membumi. Dan latihan semakin ditingkatkan. Sampai datang berita buruk,pada akhir semester kelas satu, Abi,sang pemilik suara jernih harus pindah ke Jombang mengikuti ibunya. Tak pelak lagi kepergian Abi membuat moral tim terpukul. Hingga tengah semester kelas 2, tidak pernah ada satupun lomba yang berhasil kita menangkan. Sebelumnya, setelah melalui seleksi ketat,kita sudah merekrut satu orang baru,Dicko untuk bergabung mengisi kekosongan,tapi ternyata kehadirannya tidak membantu begitu banyak.
Sebagai orang yang didaulat sebagai komando tim,gw bingung dan berpendapat harus mencari seorang lagi untuk membuat suara acapella menjadi lebih 'hidup'. Akhirnya, kita menyeleksi puluhan orang yang berminat dan terpilihlah Gandi sebagai pemain ke enam. Suntikan darah segar ini memacu semangat tim untuk terus berlatih. Selang dua bulan,kami akhirnya berhasil menggondol peringkat harapan 1. Senangnya bukan main.
Tapi,sayang kesibukan bernasyid harus diimbangi gara-gara kita berenam pada akhirnya naik ke kelas tiga. Anehnya,justru disini puncak karir tim. Selama bulan puasa, beberapa kali diundang untuk tampil. Pada kejuaraan se-Riau yang diselenggarakan salah satu universitas,kita berhasil meraih peringkat 3. Padahal tingkat mahasiswa lo. Dan dipenghujung semester akhir,kita dapat peringkat 2 untuk festival nasyid se-Riau untuk pelajar.
Namun,ada kejadian yang bener2 tidak akan terlupakan. Di penghujung semester akhir,ada seleksi FNI = Festival Nasyid Indonesia yang diselenggarakan Indosiar. Tim gw yang memang komitmen bernasyid karena hobi bukan uang,sepakat tidak akan mengikuti seleksi. Di satu sisi, di sekolah gw ada satu tim nasyid lagi yang paling jago,karena selalu juara 1 di setiap fstival,dan berniat ikut festival itu. Mendengar ketidakikutan kami, mereka pun berniat meminjam vocalis utama,Yogi untuk seleksi,dan seterusnya apabila mereka lolos. Dan, kami pun merelakan karena memang tidak pernah mengebiri siapapun yang ingin maju.
Tapi, ini berlangsung terus dan tidak berhenti sampai disitu doang. Dan, puncak nya adalah ketika tim gw akan mengadakan latihan, namun Yogi izin karena alasan yang kurang jelas. Semua bisa menerima,,,dan latihan akhirnya jalan berlima. Namun apa mau dikata, sejam berselang,,,dengan mata kepala sendiri,kami melihat Yogi bepergian dengan tim yang satu lagi. Sontak saja, kepala panas dan kami naik pitam. Tanpa sadar, Yogi datang dua jam kemudian dan tidak mengetahui bahwa kami sudah mengetahui perihal kepergiaannya. Disitulah stroke menyerang!!!
Disaat semua orang mulai mengatai-ngatai dan Yogi keheranan dan pasang tampang bengong,,,gw menghampiri dia,,,dan dengan rasa yang sangat kecewa,,,rasa terkhianati,,,rasa dipermainkan,,oleh seorang teman,,,gw,,,memukul meja,,,(membuat semua orang diam) ,,, mengepalkan tinju (membuat semua orang berlari ke arah gw, ntah untuk membantu atau melerai),,,lalu maksud hati ingin mengarahkan sekepal tinju ini ke arah mukanya,,,yang terjadi adalah gw jatuh terduduk dan seketika itu semua otot gw kontraksi dan tidak bisa digerakkan. Paralysis,,,kelumpuhan sementara,,,selama 3 menit atau lebih gw g bisa menggerakkan apa-apa kecuali bagian kepala. STROKE home run !!!.
Sontak semua panik,dan mulai mengelilingi gw. Ada yang berkipas-kipas,ada yang memberi minum,ada yang mulai memijat-mijat kaki gw (sayang gak ada yg ngasi nafas buatan, lho ?). Akhirnya,,,setelah kelumpuhan itu menerjang,aneh sekali....semua emosi yang menumpuk berasa terbang,,,hilang,,,dan gw bisa tenang lagi seperti dulu. Pembicaraan baik-baik pun bisa dilakukan dan masalah selesai.
Gw sadar,,,selain yang berhubungan dengan orang tua,,,gw lemah dengan orang-orang yang ada di dekat gw. Rasa percaya gw kepada teman begitu besar sehingga apabila tercoreng sedikit,,,bs membawa emosi yang begitu meledak-ledak. Jujur saja meski itu pahit. Toh, obat saja pahit, tapi kita tetep mau makan. Daripada menjadi duri dalam daging,api dalam sekam. Biarkan aja jadi kebenaran yang diketahui semua orang. Itu lebih baik,untuk siapapun.
Hehe...sekarang tim ini sudah bubar,karena kita emang udah kuliah di tempat yang berbeda-beda. Yudi gw gandhi di bandung, dicko di padang, yogi di jakarta dam abrar jaga markas kita di pekanbaru. Menceritakan hal ini kembali seperti mengenang masa 3 tahun di SMA dulu. Gw tiba2 jd kangen bolos hari Jumat buat latian naysid,bolos ari Sabtu buat ikutan lombanya,,,latihan2 kecil di kelas selagi istirahat,latihan di taman kota,latihan di rumah yudi,,,desain baju tim,hunting kaset2 nasyid di toko musik...ckckck,,,untungnya 3 tahun gw sekolah bukan hanya untuk belajar.
Kalau kasus ini diserahkan ke House (ada yang tahu siapa ?), mungkin pertama kali dia akan memulai diagnosa handalnya dengan menebak bahwa ada clot di saluran pembuluh darah gw. Jika sudah di confirm dengan MRI dan clot tidak ditemukan, maka dia akan mulai menganalis dengan mengajukan teori lain yang sesuai dengan gejala waktu itu : semua otot tubuh berkontraksi dan selama beberapa saat tidak bisa digeraakkan.
Ya,,,ya,,,kita bisa biarkan House berandai-andai dan berusaha menemukan dimana awal penyakit itu sebenarnya. Tapi, kejadian sesungguhnya sebenarnya tidak relevan dengan medis sama sekali. Tidak ada yang berhubungan dengan kelainan salah satu organ dalam. Semuanya murni masalah perasaan,dalam hal ini otak (sebenarnya perasaan itu terletak di otak, bukan di hati,,,setuju ???).
Sabar sudah menjadi prinsip hidup gw. Selama seseorang tidak mengotak-atik atau bermain kata-kata tentang keluarga, gw g bakal pernah marah. Tapi, akhirnya gw sadari, ada satu hal lg yg bikin gw lemah...teman. Ternyata,semakin seorang teman mengetahui tentang kita, semakin besar potensi kerusakan yang bisa ia timbulkan.
Cerita bermula dari kesukaan gw dan beberapa orang teman kepada lagu nasyid dan akhirnya memutuskan untuk membentuk kelompok nasyid. Modal nekat sih. Waktu itu kita berlima dan cuma satu yang bener2 bisa nyanyi. Yogi,yang kebetulan anak dari seorang penyanyi lah ujung tombaknya. Abi,untungnya punya suara yang jernih dan nafas yang panjang. Sisanya, gw abrar yudi modal semangat baja dan muka badak (peace,,,yud,bro).Tapi, dengan semangat membara, kita latian terus menerus dalam rangka ikutan lomba nasyid di sekolahan. Lomba ini mencakup daerah Riau dan memang tahunan di adakan sama sekolah gw.
Guess what ? Itu penampilan perdana kami dan diantara kami berlima tidak ada yang menyangka bahwa kami bisa dapat peringkat 3. Ckckck..
mendadak kesenangan terhadap nasyid semakin membumi. Dan latihan semakin ditingkatkan. Sampai datang berita buruk,pada akhir semester kelas satu, Abi,sang pemilik suara jernih harus pindah ke Jombang mengikuti ibunya. Tak pelak lagi kepergian Abi membuat moral tim terpukul. Hingga tengah semester kelas 2, tidak pernah ada satupun lomba yang berhasil kita menangkan. Sebelumnya, setelah melalui seleksi ketat,kita sudah merekrut satu orang baru,Dicko untuk bergabung mengisi kekosongan,tapi ternyata kehadirannya tidak membantu begitu banyak.
Sebagai orang yang didaulat sebagai komando tim,gw bingung dan berpendapat harus mencari seorang lagi untuk membuat suara acapella menjadi lebih 'hidup'. Akhirnya, kita menyeleksi puluhan orang yang berminat dan terpilihlah Gandi sebagai pemain ke enam. Suntikan darah segar ini memacu semangat tim untuk terus berlatih. Selang dua bulan,kami akhirnya berhasil menggondol peringkat harapan 1. Senangnya bukan main.
Tapi,sayang kesibukan bernasyid harus diimbangi gara-gara kita berenam pada akhirnya naik ke kelas tiga. Anehnya,justru disini puncak karir tim. Selama bulan puasa, beberapa kali diundang untuk tampil. Pada kejuaraan se-Riau yang diselenggarakan salah satu universitas,kita berhasil meraih peringkat 3. Padahal tingkat mahasiswa lo. Dan dipenghujung semester akhir,kita dapat peringkat 2 untuk festival nasyid se-Riau untuk pelajar.
Namun,ada kejadian yang bener2 tidak akan terlupakan. Di penghujung semester akhir,ada seleksi FNI = Festival Nasyid Indonesia yang diselenggarakan Indosiar. Tim gw yang memang komitmen bernasyid karena hobi bukan uang,sepakat tidak akan mengikuti seleksi. Di satu sisi, di sekolah gw ada satu tim nasyid lagi yang paling jago,karena selalu juara 1 di setiap fstival,dan berniat ikut festival itu. Mendengar ketidakikutan kami, mereka pun berniat meminjam vocalis utama,Yogi untuk seleksi,dan seterusnya apabila mereka lolos. Dan, kami pun merelakan karena memang tidak pernah mengebiri siapapun yang ingin maju.
Tapi, ini berlangsung terus dan tidak berhenti sampai disitu doang. Dan, puncak nya adalah ketika tim gw akan mengadakan latihan, namun Yogi izin karena alasan yang kurang jelas. Semua bisa menerima,,,dan latihan akhirnya jalan berlima. Namun apa mau dikata, sejam berselang,,,dengan mata kepala sendiri,kami melihat Yogi bepergian dengan tim yang satu lagi. Sontak saja, kepala panas dan kami naik pitam. Tanpa sadar, Yogi datang dua jam kemudian dan tidak mengetahui bahwa kami sudah mengetahui perihal kepergiaannya. Disitulah stroke menyerang!!!
Disaat semua orang mulai mengatai-ngatai dan Yogi keheranan dan pasang tampang bengong,,,gw menghampiri dia,,,dan dengan rasa yang sangat kecewa,,,rasa terkhianati,,,rasa dipermainkan,,oleh seorang teman,,,gw,,,memukul meja,,,(membuat semua orang diam) ,,, mengepalkan tinju (membuat semua orang berlari ke arah gw, ntah untuk membantu atau melerai),,,lalu maksud hati ingin mengarahkan sekepal tinju ini ke arah mukanya,,,yang terjadi adalah gw jatuh terduduk dan seketika itu semua otot gw kontraksi dan tidak bisa digerakkan. Paralysis,,,kelumpuhan sementara,,,selama 3 menit atau lebih gw g bisa menggerakkan apa-apa kecuali bagian kepala. STROKE home run !!!.
Sontak semua panik,dan mulai mengelilingi gw. Ada yang berkipas-kipas,ada yang memberi minum,ada yang mulai memijat-mijat kaki gw (sayang gak ada yg ngasi nafas buatan, lho ?). Akhirnya,,,setelah kelumpuhan itu menerjang,aneh sekali....semua emosi yang menumpuk berasa terbang,,,hilang,,,dan gw bisa tenang lagi seperti dulu. Pembicaraan baik-baik pun bisa dilakukan dan masalah selesai.
Gw sadar,,,selain yang berhubungan dengan orang tua,,,gw lemah dengan orang-orang yang ada di dekat gw. Rasa percaya gw kepada teman begitu besar sehingga apabila tercoreng sedikit,,,bs membawa emosi yang begitu meledak-ledak. Jujur saja meski itu pahit. Toh, obat saja pahit, tapi kita tetep mau makan. Daripada menjadi duri dalam daging,api dalam sekam. Biarkan aja jadi kebenaran yang diketahui semua orang. Itu lebih baik,untuk siapapun.
Hehe...sekarang tim ini sudah bubar,karena kita emang udah kuliah di tempat yang berbeda-beda. Yudi gw gandhi di bandung, dicko di padang, yogi di jakarta dam abrar jaga markas kita di pekanbaru. Menceritakan hal ini kembali seperti mengenang masa 3 tahun di SMA dulu. Gw tiba2 jd kangen bolos hari Jumat buat latian naysid,bolos ari Sabtu buat ikutan lombanya,,,latihan2 kecil di kelas selagi istirahat,latihan di taman kota,latihan di rumah yudi,,,desain baju tim,hunting kaset2 nasyid di toko musik...ckckck,,,untungnya 3 tahun gw sekolah bukan hanya untuk belajar.
Rabu, 07 Mei 2008
Trade off atau Trade of ???
Ya,,ya,,maafkan kalau ternyata penulisan frase nya salah...soalnya selama ini lebih mudah di ucapkan daripada dituliskan.
Acapkali,,,orang di dunia informatika mengucapkan frase demikian, untuk menunjukkan pilihan mereka antara proses komputasi atau memori. Proses komputasi yang cepat,akurat dan baik,seringkali ditandai dengan penggunaan memori yang boros. Sementara, proses komputasi yang lambat akan menghemat memori secara signifikan.
Setelah dipikir-pikir,kasus seperti ini menyentuh sebagian besar aspek kehidupan manusia. Ada banyak istilah lain sejenis,,yang manggambarkan bahwa manusia itu harus memilih. Pick one, and live with the consequence !
Contoh kasus,,mari kita tinjau ,AGus, (lagi-lagi dia,karena banyak sekali keautisan yang ia lakukan selama ini). Ketika seorang teman,sebut saja namanya Fahmi terlambat untuk masuk kuliah pada hari itu,,,Agus memberikan jawaban yang benar tapi mengesalkan kalau ditinjau dari sisi kepanikan orang yang bertanya.
Jadilah hari itu,AGus udah berada di ruang kelas,sementara Fahmi terlambat namun kini sudah berhasil berada di depan pintu ruangan kelas. Lihat bagaimana fahmi meminta pendapat seorang teman dengan SMS yang ia berikan : "Gus, mendingan gw masuk apa ga ?"
***************************SMS DIKIRIM******************************
***************************SMS DITERIMA*****************************
AGus yang membaca sms itu mungkin bermaksud baik, dan ingin memberikan jawaban yang bijak,,,namun jawaban yang ia berikan memberikan efek kejut dan keinginan untuk memaki agus naik menjadi 100%. Agus membalas (dan ini benar2 kejadian) :
"HIDUP INI PILIHAN,MI!"
See!!! lihat bagaimana jawaban itu BENAR tp tidak BAIK. Tapi,lihat sisi moralnya,,,untuk hal sekecil itu saja manusia sudah harus memilih , mau masuk atau tidak. Ya pilih saja. Pick one,live with the consequence. Masuk,paling diliatin pak dosen,namun dapat ilmu yang banyak. Tidak masuk,paling enak nongkrong di sekre,makan jelly dadan g ada yang nyindir tp g dapat ilmu. YA,trade off (atau trade of si ???).
Jadi,,,,ketika kita dihadapkan pada suatu pilihan,,,ya kita memang harus memilih. Meski konsep ketamakan menjadi elemen penting dalam diri manusia,terkadang memilih harus dilakukan karena kita tidak bisa memperoleh dua hal sekaligus.
Besok ujian. Pilih aja,mau belajar, bisa dapat nilai baik,g belajar alamat nilai jelek ditangan.
Mendapat operan di kotak 16. Pilih aja,shooting,bsa saja masuk, bisa saja dikatai temen setim egois,dioper,kemungkinan masuk jadi lebih besar,menunjukkan kita bisa kerja sama.
Membuat algoritma. ingin cepat,boroskan lah memori,dengan asumsi komputer sekarang memori nya sudah besar,,kalau gak,ya hematlah memori.
Kalau tidak mau kehilangan jangan pernah ingin memiliki. No pain no gain. You give more,you get more. Entah berapa banyak ungkapan lagi yang memiliki makna sama atau serupa. Satu hal saja: Hadapi,jangan dihindari !!!!!!!!!!
Acapkali,,,orang di dunia informatika mengucapkan frase demikian, untuk menunjukkan pilihan mereka antara proses komputasi atau memori. Proses komputasi yang cepat,akurat dan baik,seringkali ditandai dengan penggunaan memori yang boros. Sementara, proses komputasi yang lambat akan menghemat memori secara signifikan.
Setelah dipikir-pikir,kasus seperti ini menyentuh sebagian besar aspek kehidupan manusia. Ada banyak istilah lain sejenis,,yang manggambarkan bahwa manusia itu harus memilih. Pick one, and live with the consequence !
Contoh kasus,,mari kita tinjau ,AGus, (lagi-lagi dia,karena banyak sekali keautisan yang ia lakukan selama ini). Ketika seorang teman,sebut saja namanya Fahmi terlambat untuk masuk kuliah pada hari itu,,,Agus memberikan jawaban yang benar tapi mengesalkan kalau ditinjau dari sisi kepanikan orang yang bertanya.
Jadilah hari itu,AGus udah berada di ruang kelas,sementara Fahmi terlambat namun kini sudah berhasil berada di depan pintu ruangan kelas. Lihat bagaimana fahmi meminta pendapat seorang teman dengan SMS yang ia berikan : "Gus, mendingan gw masuk apa ga ?"
***************************SMS DIKIRIM******************************
***************************SMS DITERIMA*****************************
AGus yang membaca sms itu mungkin bermaksud baik, dan ingin memberikan jawaban yang bijak,,,namun jawaban yang ia berikan memberikan efek kejut dan keinginan untuk memaki agus naik menjadi 100%. Agus membalas (dan ini benar2 kejadian) :
"HIDUP INI PILIHAN,MI!"
See!!! lihat bagaimana jawaban itu BENAR tp tidak BAIK. Tapi,lihat sisi moralnya,,,untuk hal sekecil itu saja manusia sudah harus memilih , mau masuk atau tidak. Ya pilih saja. Pick one,live with the consequence. Masuk,paling diliatin pak dosen,namun dapat ilmu yang banyak. Tidak masuk,paling enak nongkrong di sekre,makan jelly dadan g ada yang nyindir tp g dapat ilmu. YA,trade off (atau trade of si ???).
Jadi,,,,ketika kita dihadapkan pada suatu pilihan,,,ya kita memang harus memilih. Meski konsep ketamakan menjadi elemen penting dalam diri manusia,terkadang memilih harus dilakukan karena kita tidak bisa memperoleh dua hal sekaligus.
Besok ujian. Pilih aja,mau belajar, bisa dapat nilai baik,g belajar alamat nilai jelek ditangan.
Mendapat operan di kotak 16. Pilih aja,shooting,bsa saja masuk, bisa saja dikatai temen setim egois,dioper,kemungkinan masuk jadi lebih besar,menunjukkan kita bisa kerja sama.
Membuat algoritma. ingin cepat,boroskan lah memori,dengan asumsi komputer sekarang memori nya sudah besar,,kalau gak,ya hematlah memori.
Kalau tidak mau kehilangan jangan pernah ingin memiliki. No pain no gain. You give more,you get more. Entah berapa banyak ungkapan lagi yang memiliki makna sama atau serupa. Satu hal saja: Hadapi,jangan dihindari !!!!!!!!!!
Jumat, 02 Mei 2008
Cinta yang ....
Cerita punya cerita,,gw baru aja nonton Forbidden Kingdom nih. Meski agak-agak tempo dulu dan gw emang keseringan waktu kecil nonton film silat begituan,,,jadinya lumayan bosan jugas sih. Tapi,untungnya kali ini gw g bakal bercerita tentang itu film.
So,apa hubungannya film itu dengan postingan kali ini ? Sayang sekali jawabannya TIDAK ADA !!!
Judul postingan yang norak ini hadir ketika gw berpikir tentang masalah hubungan muda-mudi yang lazim dikenal dengan nama "pacaran". Meski, dianggap sebagai sesuatu yang terlarang, tetapi seperti biasa hal hal yang dilarang itu justru nikmat kalau bisa dilakukan,terlebih lagi dirasakan. Jadilah pacaran meski terlarang tapi sangat marak terjadi di mana-mana.
Kini, kita tinjau kasus cinta yang abadi. Cinta yang mengharuskan kita selalu bersama dengan orang yang kita sayang. Cinta yang mengharuskan orang yang kita sukai hanya jadi milik kita. Cinta yang mewajibkan setiap waktu kita bersama orang yang kita senangi. Cinta yang boleh dibilang sudah buta. Cinta abadi selalu mengirimkan konsep bahwa setiap waktu,setiap saat,,,orang yang kita sayang harus ada, menjadi milik kita dan bukan untuk orang lain.
Tidak ada yang salah dan benar,semua nya relatif tergantung pemikiran kita masing-masing. Hanya saja gw terpikir konsep lain cinta yang abadi, yaitu cinta yang saling tidak melupakan. Apabila orang yang kita sayangi telah pergi, apabila orang yang kita sayang udah berpindah ke lain hati,apabila orang yang kita sayang mungkin sudah mati,apabila orang yang kita sayang tiba-tiba meninggalkan kita,,,yang abadi adalah ingatan kita tentang orang yg kita sayangi tadi. Gw rasa konsep abadi nya lebih kena dan lebih sesuai.
Jadi bukan cinta yang selalu ada,,,tetapi cinta yang tidak pernah saling melupakan. Itulah rasanya cinta yang abadi
So,apa hubungannya film itu dengan postingan kali ini ? Sayang sekali jawabannya TIDAK ADA !!!
Judul postingan yang norak ini hadir ketika gw berpikir tentang masalah hubungan muda-mudi yang lazim dikenal dengan nama "pacaran". Meski, dianggap sebagai sesuatu yang terlarang, tetapi seperti biasa hal hal yang dilarang itu justru nikmat kalau bisa dilakukan,terlebih lagi dirasakan. Jadilah pacaran meski terlarang tapi sangat marak terjadi di mana-mana.
Kini, kita tinjau kasus cinta yang abadi. Cinta yang mengharuskan kita selalu bersama dengan orang yang kita sayang. Cinta yang mengharuskan orang yang kita sukai hanya jadi milik kita. Cinta yang mewajibkan setiap waktu kita bersama orang yang kita senangi. Cinta yang boleh dibilang sudah buta. Cinta abadi selalu mengirimkan konsep bahwa setiap waktu,setiap saat,,,orang yang kita sayang harus ada, menjadi milik kita dan bukan untuk orang lain.
Tidak ada yang salah dan benar,semua nya relatif tergantung pemikiran kita masing-masing. Hanya saja gw terpikir konsep lain cinta yang abadi, yaitu cinta yang saling tidak melupakan. Apabila orang yang kita sayangi telah pergi, apabila orang yang kita sayang udah berpindah ke lain hati,apabila orang yang kita sayang mungkin sudah mati,apabila orang yang kita sayang tiba-tiba meninggalkan kita,,,yang abadi adalah ingatan kita tentang orang yg kita sayangi tadi. Gw rasa konsep abadi nya lebih kena dan lebih sesuai.
Jadi bukan cinta yang selalu ada,,,tetapi cinta yang tidak pernah saling melupakan. Itulah rasanya cinta yang abadi
Rabu, 09 April 2008
Sabar + Usaha = Sukses
Hahaha,,
judulnya gak berlebihan kan ???
cuma pengen berbagi pengalaman aja,
bahwa dua kunci sukses adalah sabar dan berusaha ....
Pernahkan lo pada ngerasa stuck padahal udah berusaha semaksimal mungkin ???
Nah, kalo disaat lo stuck trus lo berhenti,,,lo bakal sukses gak ??
Ya gak toh ....
Kebanyakan dari kita merasa kesulitan untuk bersbar
taunya cepet marah,cepet emosi,,cepet naik pitam dan sebagainya....
Harusnya sifat sabar bisa kita implementasikan dengan baik dan benar...
Sabar aja dulu ...
kalau belum berhasil
mbok ya legowo,,,jangan langsung nyerah..
Kebayangkan kalo Thomas Edison berhenti di percobaannya yang ke 998 ?
gak bakal ada lampu deh kita...
Kebayang kalo Soekarno udah lelah berjuang sampe 15 Agustus 1945?
gak bakal merdeka deh kita ....
Kalo gw sih emang orang nya lumayan suka sabar..
di caci maki ... sabar ..
dikatain komeng ...sabar ...
dikucilin sekelas ...sabar (hiks..hiks...)
apa-apa sabar...
sampe2 gw kalo marah bahkan bisa ampe stroke ....
ahahaha ... jadi inget kejadian dulu deh (kapan2 tak posting deh...)
Nah,kesabaran itu yang membuah kan hasil sampe sekarang...
coba kalo gw berhenti di bulan ke - 8 ????
Tak jadi lah peristiwa KFC Kenari Mas tersebut (hehe,pasti pada bingung ??) ...
coba kalo gw lebih cepat berhenti di bulan januari ??
ato Oktober ??
Kalo usaha sih udah jelas ...
masakan mau sukses tanpa usaha ?
emang bisa ???
ya nggaklah ...
Gak mungkin sukses itu dapat dari temen ...
turun dari langit ...
tiba-tiba ada di dompet ...
Nah, untuk yang satu ini
kita mah musti dan kudu
usaha dan usaha
usaha lagi ...
usaha terus terus usaha (hahaha..gakjelas)
Ada satu kisah yang menarik yang menggambarkan dua kunci sukses ini :
Alkisah temen gw agus (tebak,,nama sebenarnya bukan ?) adalah orang yang rajin belajar. Dia sabar mantengin tiap materi kuliah pada malam harinya dan belajar lagi di pagi harinya. Dia selalu sabar. Dan usaha nya ini betul2 dilakukan dengan keras. Akan tetapi pada akhirnya diketahui bahwa hasil yang diperoleh ternyata tidak sesuai dengan keinginan. Tebak ? Ia tidak menyesal,takut atau bahkan berhenti. Tidak juga putus asa. Tidak juga stuck.
Dengan bangga ia berkata "Ja,kalo dua minggu masih kurang,berarti gw msti jarak sebulan nih buat belajar !" ... haha ,,,, cukup aneh untuk anak2 jaman sekarang yang males-males.
Begitulah...
kunci kesuksesan kita ..
kunci kesuksesan gw ...
kunci kesuksesan semua ...
judulnya gak berlebihan kan ???
cuma pengen berbagi pengalaman aja,
bahwa dua kunci sukses adalah sabar dan berusaha ....
Pernahkan lo pada ngerasa stuck padahal udah berusaha semaksimal mungkin ???
Nah, kalo disaat lo stuck trus lo berhenti,,,lo bakal sukses gak ??
Ya gak toh ....
Kebanyakan dari kita merasa kesulitan untuk bersbar
taunya cepet marah,cepet emosi,,cepet naik pitam dan sebagainya....
Harusnya sifat sabar bisa kita implementasikan dengan baik dan benar...
Sabar aja dulu ...
kalau belum berhasil
mbok ya legowo,,,jangan langsung nyerah..
Kebayangkan kalo Thomas Edison berhenti di percobaannya yang ke 998 ?
gak bakal ada lampu deh kita...
Kebayang kalo Soekarno udah lelah berjuang sampe 15 Agustus 1945?
gak bakal merdeka deh kita ....
Kalo gw sih emang orang nya lumayan suka sabar..
di caci maki ... sabar ..
dikatain komeng ...sabar ...
dikucilin sekelas ...sabar (hiks..hiks...)
apa-apa sabar...
sampe2 gw kalo marah bahkan bisa ampe stroke ....
ahahaha ... jadi inget kejadian dulu deh (kapan2 tak posting deh...)
Nah,kesabaran itu yang membuah kan hasil sampe sekarang...
coba kalo gw berhenti di bulan ke - 8 ????
Tak jadi lah peristiwa KFC Kenari Mas tersebut (hehe,pasti pada bingung ??) ...
coba kalo gw lebih cepat berhenti di bulan januari ??
ato Oktober ??
Kalo usaha sih udah jelas ...
masakan mau sukses tanpa usaha ?
emang bisa ???
ya nggaklah ...
Gak mungkin sukses itu dapat dari temen ...
turun dari langit ...
tiba-tiba ada di dompet ...
Nah, untuk yang satu ini
kita mah musti dan kudu
usaha dan usaha
usaha lagi ...
usaha terus terus usaha (hahaha..gakjelas)
Ada satu kisah yang menarik yang menggambarkan dua kunci sukses ini :
Alkisah temen gw agus (tebak,,nama sebenarnya bukan ?) adalah orang yang rajin belajar. Dia sabar mantengin tiap materi kuliah pada malam harinya dan belajar lagi di pagi harinya. Dia selalu sabar. Dan usaha nya ini betul2 dilakukan dengan keras. Akan tetapi pada akhirnya diketahui bahwa hasil yang diperoleh ternyata tidak sesuai dengan keinginan. Tebak ? Ia tidak menyesal,takut atau bahkan berhenti. Tidak juga putus asa. Tidak juga stuck.
Dengan bangga ia berkata "Ja,kalo dua minggu masih kurang,berarti gw msti jarak sebulan nih buat belajar !" ... haha ,,,, cukup aneh untuk anak2 jaman sekarang yang males-males.
Begitulah...
kunci kesuksesan kita ..
kunci kesuksesan gw ...
kunci kesuksesan semua ...
Minggu, 06 April 2008
Whitelighter task part.01 is done !!!
*************************
Thanks ya iiR,
buat keputusan terbaiknya,,,
pengertian setulusnya,,,
penerimaan seutuhnya
**************************
Kira-kira sejak bulan juli taon lalu, gw bingung. Bingung banget. Resah. Rasanya ada yang hilang dari kecil nya liku hidup gw ini. Lalu datang lah ia..sang whitelighter. Yang setia menemani saat gw butuh sandaran menghadapi tergerusnya rasa ego dan perasaan. Kehilangan rasa percaya dan terkungkung rasa terkhianati.
Hampir sembilan bulan lamanya whitlighter ada. Malaikat putih yang gw percaya bisa menjaga gw dari pikiran untuk berubah menjadi setan. Setan tanpa perasaan.
Untunglah,,,sekarang satu per satu luka mulai mengering. Sang whitelighter sudah menyelesaikan tugas pertamanya,,,menemukan ia kembali. Dan kini, liku kecil akan kembali ditulis bersamanya. Thanks whitelighter,,,
limaapril emang memorable ^^
Langganan:
Postingan (Atom)
